MENGENAL AKREDITASI RUMAH SAKIT PROGRAM KHUSUS

 

SERTIFIKAT-KARS

 

Pengertian Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga independen baik dari dalam atau pun luar negeri, biasanya non pemerintah, melakukan assesment terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan.

Tujuan dan Manfaat Akreditasi Rumah Sakit diantaranya :
1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
2. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.
3. Menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien.
4.Mendengarkan pasien dan keluarga.
5. menghormati hak-hak pasien serta melibatkan merek adalah proses perawatan.
6. Memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

Penyelenggara akreditasi

KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan lembaga resmi yang ditunjuk dan berwenang untuk melakukan survei verivikasi dan survei akreditasi, untuk selanjutnya memutuskan predikat Akreditasi yang tepat untuk suatu Rumah Sakit. Sebagai lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan nonstruktural, KARS bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Akreditasi adalah kewajban bagi setiap RS. Pasal 40 UU Rumah Sakit nomor 44/2009 menyatakan bahwa “Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali”.

Khusus bagi RS yang baru memulai operasional, ada aturan sesuai Permenkes 12/2012 tentang Akreditasi RS bahwa “Rumah sakit baru yang telah mendapatkan ijin operasional dan beroperasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun, wajib mengajukan permohonan akreditasi”.

Lebih jauh, sebenarnya untuk bekerjasama dengan BPJS, RS juga dipersyaratkan sudah memiliki sertifikat Akreditasi (pasal 7 Permenkes 71/2013). (Catatan di bawah).

Terkait RS Pendidikan, sebelum ditetapkan sebagai RS Pendidikan, maka harus memenuhi standar dan persyaratan sesuai UU. Walau tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi yang sekarang dipegang bahwa RS harus lolos akreditasi lebih dulu sebelum ditetapkan sebagai RS Pendidikan.

Saat ini, instrumen penilaian Akreditasi RS menggunakan Versi KARS 2012. Isinya merupakan adopsi dari Instrumen Akreditasi RS versi JCI ditambah dengan bab MDGs. Total ada 14 Bab ditambah MDGs dengan kriteria penetapan kelulusannya. 

Terkait penetapan kelulusan, ada perubahan juga. Awalnya dulu, ada pengelompokan tiap 4 bab . Kriteria kelulusan sesuai kelompok standar yang mencapai nilai melewati ambang.

Kemudian pada akhir 2013, ditetapkan hanya 4 bab sebagai Dasar kelulusan (HPK, PPK, SKP dan PMKP). Artinya, untuk 4 bab itu tetap harus lulus, baru kemudian diperhitungkan capaian bab lain. Walau bab lain lolos, bila ada dari 4 bab dasar itu yang tidak lolos, maka dinyatakan tidak lolos .

Bulan Oktober 2014 kemarin, KARS menerbitkan Peraturan Khusus no 1666/KARS/X/2014 tentang Penetapan Status Akreditasi Rumah Sakit. Berdasarkan Surat Keputusan ini, pengelompok sebagai 4 bab standar itu dihapuskan . Kriteria sekarang, hanya menyebutkan:

  • Tingkat Dasar bila lolos 4 bab
  • Tingkat Madya bila lolos 8 bab
  • Tingkat Utama bila lolos 12 bab
  • Tingkat Paripurna bila lolos 15 bab

Surat Keputusan itu juga mengatur tentang Penetapan Status Akreditasi Rumah Sakit Umum Kelas C yang memberikan pelayanan spesialistik dasar tanpa pelayanan spesialistik (yang akan ditetapkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit), Kelas D dan D Pratama dan Rumah Sakit Khusus Kelas C. Kepada kelompok RS ini, tidak harus memenui 14 Bab dan MDGs, tetapi cukup memenuhi untuk 4 Bab:

  • Bab Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
  • Bab Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  • Bab Kualifikasi Pendidikan Staf (KPS)
  • Bab Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)

Sistem penilaian kelulusanya harus memenuhi minimal 80% untuk ke empatnya. Bila ada yang berada pada nilai 60-80%, diberikan kesempatan mengajukan survei ulang BAB yang belum lulus dalam waktu secepat-cepatnya 3 bulan dan selambat-lambatnya 6 bulan.Akreditasi Program Khusus hanya dapat dilaksanakan pada RS tipe C dan D yang untuk pertama kali menggunakan standar akreditasi 2012, kemudian selanjutnya wajib mengikuti pelaksanaan akreditasi regular.

Ini kesempatan bagi RS-RS yang baru saja berdiri atau baru pertama kali menghadapi Akreditasi versi 2012. Minimal, bebannya tidak seberat bila harus menghadapi 14 Bab plus MDGs.

Bagaimana proses penilaian Akreditasi di RS ?
Proses penilaian akreditasi meliputi :

  1. Sumber data :

Wawancara : Pada pimpinan RS – Pada staf RS – Pada pasien dan keluarga (minimal 4)Observasi : Fasilitas, alat, prosedur tindakan, dllKelengkapan dokumen : Kebijakan/SK, pedoman, standar prosedur operasional (SOP)/Protap, bukti pelaksanaan kegiatan, program kerja, laporan harian, laporan bulanan/harian, dll.

  1. Cara penilaian :

Tim penilai (surveyor) akan berada di RS selama ± 3 hari yang terdiri dari 3 orang (manajemen, medis dan keperawatan)Pimpinan RS mempresentasikan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien RS Dilanjutkan telaah dokumen, telaah rekam medik tertutup dan telaah rekam medik terbuka serta survey lapangan,Penilaian lapangan ditekankan pada telusur pasien untuk di wawancarai/ observasi langsung atas pelayanan kesehatan yang telah/sedang/akan diterima pasien.Dalam waktu yang bersamaan, kelengkapan dokumen akreditasi juga di observasi dan ditanyakan pada jajaran staf dan pimpinan RS.Temuan atas ketidaklengkapan dokumen/ kekurangan mutu pelayanan harus diperbaiki saat itu setelah mendapat rekomendasi surveyor.Telusur lingkungan ,Wawancara Pimpinan, dan Exit Conference